Responsive Banner design
 Jual Film Drama Korea seri

11 Tokoh yang ada dalam Spartacus

Spartacus dimainkan oleh Liam McIintyre
Spartacus dimainkan oleh Liam McIintyre
Seorang pejuang Thracian yang dipaksa menjadi budak, Spartacus, berubah menjadi gladiator yang dikenal sebagai Bringer of Rain. Setelah kehilangan istrinya Sura dan memendam dendam membara, ia memimpin para gladiator dalam pemberontakan untuk melarikan diri dari ludus dan akhirnya akan mengalahkan pasukan Gaius Claudius Glaber dan membunuh hakim Romawi. Kini, Spartacus telah membentuk pasukan beranggotakan ribuan orang. Ia tahu dirinya tidak hanya bertanggung jawab atas nyawa setiap pria, wanita, dan anak-anak dalam pemberontakannya tetapi juga untuk terus memberi mereka semangat untuk berjuang demi kebebasan dari penindasan dan bertahan melawan Republik Romawi yang sangat kuat.


Crixus dimainkan oleh Manu Bennett
Crixus dimainkan oleh Manu Bennett
Pernah menjadi Sang Juara Capua, dan lawan Spartacus, sejak itu ia telah menjadi salah seorang jenderal yang paling dipercaya pemimpin pemberontak. Ia menyalahkan dirinya karena kehilangan Naevia, pujaan hatinya dari House of Batiatus, sehingga mengalami nasib lebih buruk dari kematian. Namun, dengan bantuan Spartacus, ia menyelamatkannya dari pertambangan, dan ketika itu ia hampir membahayakan nyawanya sendiri. Setelah pertemuan yang emosional, ia melatih Naevia untuk bertarung seperti seorang gladiator dan menyaksikan ketika ia membalas dendam pada Ashur. Sekarang, Crixus memusatkan pikirannya pada perang, dan untuk mengalahkan Republik Romawi. Ia akan melakukan semua itu dengan Naevia di sisinya, dan ia akan melihat neraka sebelum dipisahkan lagi darinya.


Gannicus dimainkan oleh Dustin Clare
Gannicus dimainkan oleh Dustin Clare
Jauh sebelum Spartacus dipaksa menjadi gladiator, Gannicus, seorang petarung berbakat, adalah salah satu dari sedikit orang yang meraih kebebasannya di arena. Setelah bebas berkelana ia dibawa kembali ke pertandingan untuk berhadapan dengan Crixus dan mantan teman-temannya dalam pertarungah tetapi justru ia memilih membantu mereka melarikan diri.


Agron dimainkan oleh Dan Feuerriegel
Agron dimainkan oleh Dan Feuerriegel
Salah satu dari tiga jenderal dalam pemberontakan, Agron adalah pejuang pemarah yang sangat setia pada Spartacus dan segala tujuannya. Masih merasakan amarah atas kematian saudaranya Duro, yang dibantai saat melarikan diri dari ludus milik Batiatus, ia membabi buta terus membalas dendam pada setiap kesempatan. Seringkali, amarahnya ditujukan pada Crixus, meskipun ada perbedaan di antara mereka, keduanya bersatu dengan tujuan sama. Agron juga sangat membantu saat menggulingkan kekuasaan Glaber pada Peperangan Vesuvius, yang pada akhirnya mengakibatkan kematian Glaber dan kemenangan besar bagi para pemberontak. Kini, sebagai tangan kanan Spartacus, ia bertanggung jawab atas keselamatan dirinya saat bertarung untuk mencapai tujuannya.


Naevia dimainkan oleh Cynthia Addai-Robinson
Naevia dimainkan oleh Cynthia Addai-Robinson
Seorang mantan budak pribadi Lucretia, Naevia, diusir dari ludus setelah menjalin cinta dengan Crixus. Hukumannya sangat berat, dikirim ke tambang garam sehingga mengalami keadaan mengerikan dan kasarnya serangan baik dari para tentara Romawi maupun para budak lainnya. Ketika Crixus mengetahui jalan hidupnya, ia melakukan misi penyelamatan melawan segala rintangan. Misinya berhasil tetapi pertemuan mereka kembali tidaklah lama, karena Crixus menjadi tahanan Romawi. Setelah Crixus melarikan diri dan akhirnya bertemu kembali dengan Naevia, mereka menjalin ikatan yang berbeda dari yang lain. Naevia, yang terluka karena masa lalunya, meminta Crixus melatihnya sebagai seorang petarung. Ia menggunakan keterampilannya untuk memuaskan dendamnya dengan memenggal kepala Ashur. Ia kini seorang pejuang yang ganas dan bertarung di sisi kekasihnya.


Nasir dimainkan oleh Pana Hema-Taylor
Nasir dimainkan oleh Pana Hema-Taylor
Seorang budak pribadi dari Syria bernama Nasir yang dibebaskan oleh Spartacus dan para pemberontak, menjalani hidupnya dengan kedudukan dan kehormatan dalam vila majikannya. Namun semua itu dirampas darinya ketika ia diberi kebebasan, dan ia membenci Spartacus karenanya. Setelah usahanya membunuh Spartacus gagal, Nasir menyadari bahwa di dekatnya ada pria yang sangat menginginkan keadilan, dan mulai berlatih menjadi seorang pejuang. Ia dilatih oleh Spartacus sendiri, dan mendapat nasihat dari Agron, yang menjadi lebih dari sekadar teman terpercaya. Seiring berjalannya waktu, Nasir menjalin hubungan sangat dekat dengan Agron, dan juga membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi seorang petarung yang terampil.


Saxa dimainkan oleh Ellen Hollman
Saxa dimainkan oleh Ellen Hollman
Salah seorang anggota kelompok tahanan Germania yang diselamatkan dari kapal budak, Saxa, secara fisik menarik, tidak sopan, lancang, dan sama kasarnya dengan setiap pria pemberontak. Sebagai petarung yang agresif, keterampilannya dengan belati kembar menjadikannya pilihan tepat bagi serangan Nemetes terhadap barisan depan tentara Romawi, yang akhirnya gagal dan mengarah pada kematian teman terdekatnya, Mira. Saat tidak sedang terlibat dalam pertarungan, Saxa menjalani hidupnya dengan kekuatan dan hasrat yang sama dengan Gannicus dan ia pun tidur dengannya. Ia menemukan sisi menarik dan kesamaan asal dengan seorang pria yang setara dengan dirinya.


Crassus dimainkan oleh Simon Merrells
Crassus dimainkan oleh Simon Merrells
Seorang pria yang sangat kaya, berkedudukan tinggi, dan cukup bijaksana di usianya, Marcus Crassus adalah harapan terakhir yang dimiliki Senat Romawi untuk mengalahkan para pemberontak. Ia mengumpulkan kekayaannya yang luar biasa melalui serangkaian keputusan bisnis cerdas tetapi kehormatan keberhasilan militer selalu mempersulitnya. Kini, Crassus memililki kesempatan untuk lebih diakui dengan menggunakan semua cara yang dapat dilakukannya untuk mengalahkan Spartacus. Tidak seperti para pendahulunya, Crassus tidak akan meremehkan "yang dianggap budak semata;" pria yang telah mengalahkan sangat banyak tentara Romawi, dan akan melakukannya lagi jika tidak sama cerdas dan kuat dengan dirinya. Namun untuk membunuh Spartacus akan membutuhkan lebih dari sekadar uang. Maka, Crassus akan memanggil dan melawan Julius Caesar yang masih muda namun berpengalaman untuk membantu, tetapi membuat iri putra tertuanya Tiberius, yang hanya ingin membuktikan dirinya pada ayahnya.


Caesar dimainkan oleh Todd Lasance
Caesar dimainkan oleh Todd Lasance
Tidak banyak tokoh dalam sejarah memiliki kekuasaan dan kehormatan yang dimiliki Caesar. Dengan garis keturunan bangsawan yang diturunkan langsung dari Venus sendiri, dan Romulus, pendiri Roma yang diagungkan, itulah hak lahirnya untuk memerintah…dan ia mengetahuinya. Sombong dan cerdas, tetapi memiliki keterampilan bertarung untuk menyaingi para gladiator, Caesar bukanlah orang yang dapat diremehkan. Terlepas dari warisannya, kemampuan tak tertandingi sebagai pejuang, ahli siasat, dan komandan pasukan, ia kekurangan harta untuk melihat ambisinya diwujudkan; harta berlimpah yang dimiliki Marcus Crassus. Sehingga, melihat kesempatan bagi keduanya untuk mencapai kemajuan di Roma, mereka bersatu untuk satu tujuan – membunuh Spartacus dan pasukan pemberontaknya.


Tiberius dimainkan oleh Christian Antidormi
Tiberius dimainkan oleh Christian Antidormi
Putra tertua Marcus Crassus, Tiberius hanya ingin membuktikan dirinya kepada ayahnya. Ia siap memimpin, dan berjuang keras untuk mencapai posisi kepemimpinan dalam pasukan Crassus. Namun Tiberius hidup dalam bayang-bayang Julius Caesar; seorang pria muda yang ambisius dan mementingkan diri sendiri, yang dalam banyak hal, diidamkan oleh putra Crassus. Inilah fakta yang disadari Tiberius, dan satu hal yang menyebabkan banyak perseteruan antara dirinya dan Caesar.


Laeta dimainkan oleh Anna Hutchison
Laeta dimainkan oleh Anna Hutchison
Laete yang cerdas, cantik, dan mandiri seperti halnya wanita Romawi lainnya menikah ketika ia baru berusia 12 tahun. Ia hanya tahu kehidupan sebagai seorang wanita elit Romawi tetapi segera ia akan menjadi lebih dari itu dan menyingkirkan egoismenya ketika kaumnya mengharapkan dirinya menjadi pemimpin.

Sinopsis American Horror Story


 American Horror Story

 Serial horror/thriller yang diciptakan oleh ryan murphy dan Brad Falchuck, yang dimana Ryan ini terkenal dengan TV series “Nip/Tuck” (Co-Creator) dan juga serial yang sekarang sedang digemari oleh anak muda dan laku keras “Glee” (Creator). Jika kita lihat dari serial ryan, kok bisa-bisa nya dia buat film horror seperti ini, seperti hasrat yang berbeda dari seorang Ryan, di series ini, kita dapat melihat sisi berbeda dari seorang ryan murphy dengan menyuguhkan cerita seram, scene yang sadis, dan beberapa adegan seksual.

Pada serial ini diceritakan keluarga baru (the harmons) , menempati sebuah rumah besar nan jadul yang dibeli dengan harga yang sangat murah. Kejadian awal mereka pindah ke rumah tersebut adalah dikarenakan sang suami yang dibintangi oleh Dylan McDermott ketahuan selingkuh oleh isti nya yang dibintangi oleh Connie Britton , mereka ingin pindah dari rumah lama berharap akan kembali seperti semula, kemudian merekapun memiliki anak perempuan yang dandanan nya agak aneh tetapi cantik yang dibintangi oleh Taissa Farmiga. Setelah mereka semua pindah ke rumah baru, maka dimulai lah segala kehorroran di rumah itu, di setiap episodenya selalu memberikan hantu yang terbaru yang dimana hantu tersebut adalah beberapa orang yang pernah meninggal di rumah itu. tetapi tidak hanya para hantu saja yang menakuti mereka, tetapi bagaimana dengan keharmonisan keluarga mereka, apakah dapat kembali seperti sedia kala. Semua dikupas dengan cantik, dan cerita yang mendebarkan serta banyak twist yang akan membuat anda merasa bahwa serial ini tidak hanya memberikan horror saja, tetapi juga memberikan suatu cerita yang menarik.

Kemudian apa lagi yang menarik dari serial ini? Intro nya aja sudah menyeramkan, sehingga hawa yang dibangun dari awal sampai akhir terus terjaga, saya aja selalu merasa deg-deg an setiap menonton serial ini. Lalu para pemain yang luar biasa bermain dengan baik, yang saya suka dari serial ini adalah Jessica Lange sebagai Constante dan Evan Peters sebagai Tate. Mengapa saya suka dengan mereka? Karena Jessica berhasil membuat karakter Constante begitu menyebalkan, lalu Evan Peters bermain baik sebagai anak muda yang hidupnya penuh dengan kekejaman, tetapi terkadang kita melihatnya sebagai anak muda yang polos, kl saya bilang dia itu “setan” banget, psychopath . dengan adanya mereka serial ini menjadi sangat seru untuk di ikuti.

Yang menarik nya lagi dari serial ini adalah pada setiap episode kita disuguhkan kisah dahulu tentang orang yang pernah tinggal di rumah itu dan bagaimana bisa meninggalnya. Makin kedepan semua makin ter-reveal , yang pasti anda akan terus-terus menebak bagaimana kisah dan kelanjutan serial ini.
Jadi, Menurut saya serial ini harus di tonton, mau suka horror atau tidak suka, coba di tonton dolo, mengapa? Karena ini bukan horror yang biasa, ini serial memiliki cerita yang bagus dan juga para pemain yang bagus. Penasaran dengan sisi lain dari Ryan Murphy dalam membuat serial? Tonton lah series ini, dan pastikan bahwa semua pintu sudah terkunci #mwahahahahaha#

Penasaran dengan filmnya, coba tonton dlu season 1 episode 1 dibawah ini:

American Horror Story season 1 episode 1

Ingin dapatkan film American Horror Story kunjungi Lapak kami disini

Sinopsis The Walking Dead

 

Kisah ini diawali oleh adegan penangkapan seorang penjahat yang dilakukan oleh sekelompok polisi di sebuah daerah. Sang sherif, Rick tertembak peluru salah seorang penjahat dan harus dibawa ke rumah sakit. Ia koma dan dirawat disana. Diceritakan dari sudut pandang Rick, saat ia koma, ia hanya bisa menatap langit-langit rumah sakit. Seringkali, rekan kerja sekaligus sahabatnya, Shane menjenguknya, membawakan  bunga dan mengajaknya mengobrol. 
Hingga akhirnya di suatu hari ia pun sadar dari komanya, hal terakhir yang diingatnya adalah wajah Shane yang sedang berbicara dengannya. Dengan keadaan yang masih setengah sadar itu, ia mencoba memanggil perawat ataupun dokter. Namun tak ada jawaban. Akhirnya ia pun memaksakan diri untuk bangun, melepaskan segala perlengkapan rumah sakit yang masih menempel pada dirinya. Dan memanggil-manggil dokter dan perawat, namun tetap tak ada jawaban. Ia pun menyadari ada sesuatu yang salah, bunga yang terakhir Shane bawa yang terletak di atas mejanya pun sudah mengering dan layu. Ia pun memaksakan diri untu keluar kamar dan mengecek keadaan. Suasana di luar kamar rawatnya sungguh mengagetkan, kacau, sepi, kosong, berantakan, darah dimana-mana, tak ada seorang pun disana.

Rick terbangun dan menyadari bahwa ada yang salah
pada rumah sakit itu.
Dan hal yang membuatnya kaget adalah ia mendengar suara erangan aneh dari sebuah ruangan yang dirantai di depannya. Ruangan yang bertuliskan "Don't Open, Dead Inside" itupun, terus di dobrak dari dalam, Rick mencoba membukanya, ia berpikir bahwa seseorang dikurung disana. Namun setiap ia memanggil orang itu, jawabannya hanyalah erangan buas yang tak ia kenal. Ia pun meninggalkannya.

Sepanjang koridor rumah sakit, banyak ia temui mayat-mayat berserakan, begitu juga di luar rumah sakit, banyak mayat yang tergeletak di depan rumah sakit, semuanya sama kondisinya, pucat, kulit membusuk, koyakan dibeberapa bagian tubuh, dan mata yang aneh.
Masih dengan kondisi yang lemah ia pun mencoba pulang ke rumahnya, ia pun menemukan sepeda yang tergeletak di halaman rumah sakit, disampingnya terdapat  mayat yang badannya hanya tinggal separuh dan koyak dimana-mana namun masih hidup.

Ia ketakutan dan segera menaiki sepedanya kerumah. Kotanya bukanlah kota yang ia kenal dulu, kota itu menjadi kota mati dengan zombie-zombie yang berkeliaran di jalan. Sesampainya di rumah, anak dan istrinya sudah tidak ada, keadaan rumah pun porak-poranda. Di tengah kondisi yang membingungkan itu, ia duduk di depan halaman rumahnya. Hingga tiba-tiba seseorang memukul kepalanya dengan keras, ia pun pingsan. Saat bangun, tangan dan kakinya telah diikat. Seorang laki-laki menanyakan apakah ia tergigit, setelah memastikan bahwa Rick tidak digigit, diapun melepaskan ikatan Rick.
Laki-laki itu ternyata tinggal bersama seorang anak laki-lakinya yang masih kecil, ia pun menceritakan semuanya. Sebuah wabah yang menimpa kota itu, hingga akhirnya melanda seluruh dunia dan membuat keadaan menjadi sekacau itu. The walkers, sebutan mereka untuk zombie-zombie itu, kini telah menguasai jalan-jalan dan dunia ini. Mungkin hanya sedikit manusia yang tersisa. Dan bagaimana cara untuk membunuh para walkers.
Dua hari kemudian, ketika Rick merasa bahwa kondisinya telah lebih baik. Rick dibantu oleh bapak dan anaknya itupun mengecek kantor sherifnya untuk mengambil beberapa persenjataan yang ada disana. Kemudian Rick memutuskan untuk pergi dari kota itu menuju ke sebuah kota yang katanya merupakan tempat yang belum pernah terjamah oleh para walkers, yaitu Atlanta. Rick yang telah berpakaian rapi dengan seragam sheriffnya, dengan membawa persenjataan lengkap dan mengendarai mobil sheriffnya akhirnya berangkat ke Atlanta. Rick berpisah dengan bapak dan anak itu, karena mereka memiliki tujuan yang berbeda.

Di tengah perjalanan, Rick menyadari bahwa dunianya benar-benar berubah. Tak ada satu pun mobil berlalu lalang. Hanya ada mobil-mobil yang berhenti di tengah jalan tol. Keadaan sudah benar-benar berubah, dunia menjadi kota mati. Ditengah perjalanan, mobilnya mendadak berhenti karena kehabisan bensin.

Rick memutuskan meninggalkan mobilnya yang habis bensinnya.
Rick pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan kuda yang ditemukannya di sebuah rumah yang penghuninya telah meninggal bunuh diri. Rick pun melanjutkan perjalanan dengan kuda itu. Sampailah ia di Atlanta, ternyata kabar yang menyebutkan bahwa Atlanta adalah kota yang aman adalah bohong besar. Kota itu tak berbeda dengan kotanya yang dulu. Kota mati.

Di Atlanta, Georgia.
Banyak mayat berserakan, dan ada walkers yang berkeliaran dijalan. Awalnya jumlah mereka sedikit, hingga akhirnya Rick berbelok di sebuah jalan dan bertemu dengan ratusan walkers yang langsung mengejarnya.

Para walkers
Para walkers menyerang Rick.


Ia pun panik. Kudanya pun menjatuhkan Rick. Rick segera berlari mencari tempat perlindungan, sementara kudanya menjadi santapan para walkers. Rick pun memilih masuk ke bawah kolong sebuah tank, namun beberapa walkers tetap mengejarnya dan ingin memakannya. Tembakannya memang melumpuhkan para walkers, namun suara dari tembakannya itu justru mengundang lebih banyak walkers ke arahnya. Di tengah suasana pasrah dan putus asa itu, ia menemukan pintu masuk ke dalam tank, dari kolong tank itu. Seketika tank itu dikerubungi oleh banyak walkers.

Rick didalam tank yang dikerubungi Walkers.
Ia pun aman untuk sementara waktu, tank itu kosong, hanya berisi satu buah mayat. Disaat ia memeriksa senjata apa yang terdapat pada mayat tentara itu, karena tas senjatanya sendiri jatuh di jalan saat ia dikejar para walkers. Tiba-tiba mayat itu hidup, namun sebelum mayat yang bertransformasi menjadi walkers itu menggigitnya, ia terlebih dahulu menembaknya.

Ia yang sendirian di dalam tank itu pun mendadak putus asa. Hingga akhirnya terdengarlah suara dari HT yang berada dalam tank itu. Seorang pemuda ternyata melihatnya masuk ke tank itu dan ingin menyelamatkannya. Ia pun akhirnya diselamatkan oleh pemuda itu dan masuk ke sebuah gedung pertokoan.

Glenn dan T-Dog mengalihkan perhatian dan
membunuh walkers agar Rick bisa masuk ke gedung mall itu.
Ternyata di dalam Mall itu, terdapat sekelompok kecil orang yang sedang melakukan penjarahan untuk kelompok besarnya yang tengah bersembunyi di gunung. Namun sialnya ternyata mereka tidak bisa kembali ke mobilnya yang terparkir di luar pagar karena membludaknya jumlah para walkers yang disebabkan oleh Rick. Para walkers pun mulai mencoba menjebol pintu kaca mall tersebut.

Walkers yang mencoba menjebol pintu kaca mall itu.
Diatap gedung Mall tersebut, salah seorang dari kelompok kecil tersebut, seorang laki-laki preman bernama Merle memuat keributan. Ia mengancam serta memukuli teman-teman sekelompoknya sendiri untuk tunduk dan patuh padanya.

Merle bertengkar dengan T-Dog.
Rick yang melihat keadaan tersebut lalu melumpuhkan Merle dan memborgolnya ke salah satu pipa di atap itu.Kemudian mereka pun memikirkan rencana untuk lari dari situ. Akhirnya mereka memutuskan unuk mengambil satu walkers kemudian dihancurkan tubuhnya agar Rick dan salah satu anggota kelompok itu, seorang pria muda asia bernama Glenn (He's one of my favorite! ;) bisa melumuri tubuhnya dengan darah walkers agar tersamarkan bau manusianya, sehingga para walkers tidak akan mencoba untuk memakannya. Setelah melumuri tubuhnya dengan darah walkers itu, ia pun bergegas turun ke jalanan untuk mencapai mobil mereka.


Awalnya penyamaran itu berhasil, hingga akhirnya hujan turun, menghapus darah walkers yang melumuri tubuh mereka dan membuat walkers sekitarnya menyadari kalo mereka adalah manusia dan santapan empuk. Mereka pun segera berlari, menghindari para walkers yang datang dari segala arah. Hingga akhirnya sampailah mereka di mobilnya setelah membunuh beberapa walkers.

Rick dan Glenn pun akhirnya bergegas menyelamatkan kelompoknya yang terjebak di bangunan atap itu. Namun sayangnya, karena terburu-buru salah seorang anggota kelompok itu, T-Dog menjatuhkan kunci borgol Merle, dan mereka terpaksa meninggalkan Merle di atap. Mereka pun selamat, dan Merle terjebak di atap  bersama dengan zombi-zombi yang mencoba merangsek masuk kesana.

Merle mencoba menggapai sebuah gergaji kecil
untuk melepaskan dirinya,
saat walkers menncoba masuk ke atap.
Kelompok kecil itu yang sekarang ditambah dengan Rick, kembali ke pegunungan, kembali kepada kelompok besarnya. Ternyata tanpa disangka-disangka, di dalam kelompok besar itu, Rick bertemu dengan Lori, Istrinya dan Carl anaknya beserta sahabatnya Shane. Lori dan Carl begitu terkejut atas kembalinya Rick. Rick pun terkejut, namun ia begitu bahagia bertemu lagi dengan anak dan istrinya.

Rick bertemu Lori dan Carl.
Sementara Shane, ia begitu terkejut. Namun ia sama sekali tidak merasa bahagia karena sebenarnya selama Rick tidak ada, ia telah menjalin sebuah hubungan spesial dengan Lori.

Ternyata Merle mempunyai seorang adik laki-laki yang tak jauh berbeda usia dengannya, Daryl. Daryl pun mencari kakaknya saat rombongan kecil itu tiba disana. Mengetahui bahwa kakaknya ditinggal sendiri dengan keadaan diborgol di sebuah atap, Daryl pun marah besar. Ia hamir akan membuat keributan di dalam kelompok itu. Akhirnya Rick menghentikannya dan berjanji untuk kembali kesana untuk menjemput Merle.

They are back to save Merle!
(Daryl - Rick - Glenn - T-Dog)
Perjalanan penjemputan pun dilakukan, namun sayangnya saat tiba disana, Merle sudah tidak ada, yang tersisa hanyalah telapak tangan Merle yang tersangkut di borgol itu.

There's no Merle there.
Mereka sempat mengikuti jejak darah Merle, namun berakhir di sebuah tempat dan tak bisa dilacak lagi. Mereka pun menyerah, Darryl pun pasrah. Saat itu Rick berniat untuk mengambil tas berisi kumpulan senjatanya yang terjatuh di jalan penuh walkers itu. Glenn pun turut membantu Rick mengalihkan perhatian walkers agar ia bisa mengambil tas senjata itu. Namun sayangnya, tiba-tiba datanglah segerombolan manusia lain yang terlebih dahulu mengambil tas itu dan menculik Glenn. Namun salah seorang anak anggota kelompok itu berhasil ia tawan.

Daryl berhasil menawan
salah satu anggota kelompok itu.
Setelah mengintrogasi anak itu, ia pun mengetahui dimana tempat kelompok tersebut tinggal. Ia pun kesana untuk menukar Glenn dengan anak itu. Tempat tinggal mereka adalah sebuah bangunan serupa benteng yang tertutup, setelah mengancam akan membunuh anak itu jika tidak dibiarkan masuk, akhirnya mereka masuk ke dalam bangunan itu.

Mencoba melakukan penukaran dengan kelompok itu.
Keadaan cukup alot, tadinya ketua kelompok itu enggan menukar anak itu dengan tas senjata Rick dan Glenn. Namun ditengah perundingan itu tiba-tiba keluarlah seorang nenek-nenek yang memarahi ketua kelompok itu, ternyata nenek tersebut adalah nenek ketua kelompok itu. Nenek tersebut mengajak mereka masuk ke dalam bangunan itu, ternyata bangunan itu sebenarnya adalah bangunan panti jompo. Para manula ditinggalkan disana ketika bencana besar yang merubah seluruh manusia menjadi walkers itu terjadi. Dan ketua kelompok kelompok ini yang tampangnya seram dan sangatlah preman itu ternyata tinggal di sini untuk melindungi para manula itu. Rick pun masuk dan melihat Glenn sedang membantu seorang manula yang sakit. Akhirnya Rick pun iba, mereka pun berdamai, Rick mengembalikan anak itu kembali ke kelompoknya, dan Glenn kembali bersama mereka. Sedangkan beberapa senjata ia berikan kepada kelompok itu, untuk membantu melindungi mereka dari para walkers.

Mereka pun bergegas agar bisa secepatnya kembali ke pegunungan sebelum malam. Namun ketika mereka tiba ke tempat mobil mereka diparkir. Mobil tersebut telah hilang. Rick khawatir jika Merle yang mengambil mobil tersebut dan kembali ke perkemahan untuk mengacau. Ia dan teman-teman kelompoknya pun memilih untuk berlari ke pegunungan itu, untuk memburu waktu.

Suasana kelompok itu di pegunungan begitu tenang, mereka merupakan kelompok besar dan saling bahu membahu dalam mengerjakan pekerjaan, seperti mencuci baju, memasak bahkan mengajarkan anak-anak belajar. Malam itu, ketika mereka sedang duduk bersantai untuk makan malam, disaat Rick dan yang lainnya dalam perjalanan. Datanglah segerombolan walkers menyerang perkemahan itu. Suasana menjadi sangat-sangat kacau. Kedatangan walkers yang tidak pernah mereka perkirakan itu membuat mereka panik dan terlambat menyelamatkan diri. Akhirnya kelompok Rick datang, membantu membunuh semua walkers itu. Namun mereka sudah sangat terlambat, karena sudah terlalu banyak korban berjatuhan.

Amy (Andrea's Sister) - Andrea - Dale
Amy tergigit dan meninggal saat terjadi serangan walkers di gunung
tempat mereka berkemah.
Keesokan harinya, mereka pun menguburkan anggota-anggota kelompok mereka yang telah meninggal. Bagitu banyaknya hingga kelompok besar itu hanya tersisa setengah. Sesudahnya, kelompok itu memilih untuk melanjutkan perjalanan. Dan menentukan tujuan mereka ke gedung CDC, sebuah pusat penelitian di tengah kota. Rick berpendapat bahwa tempat itu pasti masih aman karena para peneliti pasti sedang mengadakan penelitian untuk membasmi wabah ini. Mereka pun segera menuju ke sana dan mereka pun tiba disana.


Keadaan diluar CDC.
Keadaan diluarnya begitu kacau, banyak mayat-mayat para tentara di depan gedung tersebut. Pintu gedung tersebut pun ditutup rapat. Saat itu Rick telah mengajak kelompoknya turun dan berkumpul di depan pintu gedung yang tertutup rapat itu, para walkers pun berdatangan. Rick terus menggedor-gedor pintu itu, tak kalah akal, ia pun berbicara, memohon-mohon kepada CCTV di depan gerbang itu. Ketika semakin banyak walkers mendekat, ketika anggota lain telah putus asa dan mengajak Rick untuk kembali ke mobil mereka. Tiba-tiba pintu gedung tersebut terbuka. Akhirnya mereka semua pun masuk.

Di depan pusat penelitian, saat pintu dibuka.
Di dalam gedung tersebut, mereka pun disambut oleh Dokter Jenner, dia adalah seorang peneliti di tempat itu. Dokter tersebut pun mengajak mereka untuk segera naik ke lift dan turun ke lantai bawah tanah, tempat penelitiannya.

Dokter Jenner berdiri di paling kanan.
Tempat penelitian itu sangat bagus dan besar tersedia banyak kamar, makanan, minuman, bahkan kamar mandi yang bersih dengan pemanas air. Dokter itu ramah dan menyambut mereka semua. Makan malam pun diadakan untuk merayakan keselamatan mereka. Malam itu akhirnya mereka bisa bernafas lega. Malam itu mereka semua mengira bahwa mereka akan bisa hidup normal dan layak lagi. Malam itu juga Lori bertengkar dengan Shane yang setengah mabuk dan menegaskan bahwa hubungan mereka telah berakhir, Lori marah karena merasa dibohongi Shane yang mengatakan bahwa Rick telah meninggal di rumah sakit ketika bencana itu terjadi.

Keesokan harinya, dokter tersebut memanggil beberapa anggota kelompok itu ke sebuah ruangan pertemuan disana ia mencoba menjelaskan tentang apa yang terjadi pada diri seseorang ketika virus walkers menjangkitinya lewat gigitan. Orang yang tergigit akan tewas dan beberapa lama kemudian setelah organ-organ di tubuh orang tersebut berhenti bekerja. Virus tersebut mengambil alih syaraf-syaraf di badan manusia tersebut dan menguasai tubuh manusia tersebut. Virus tersebutlah yang mengubah manusia menjadi tak bisa mengenal apapun juga serta menjadi haus daging dan darah. Dan tak ada sedikitpun kenangan atau memori yang tersisa dari manusia tersebut, dengan kata lain manusia tersebut bukan dirinya yang dulu lagi. Di tempat yang seluas itu, Dokter tersebut pun hanya tinggal sendiri, benar-benar sendirian. Dokter itu menceritakan bahwa saat wabah itu mulai membuat dunia kacau. Dokter-dokter lainnya yang bekerja di pusat penelitian itu ada yang kembali ke keluarga mereka ataupun bunuh diri karena telah menganggap bahwa itulah akhir dunia. Dan sebuah jam digital besar yang berisi jam, menit dan detik terpajang di dinding dengan waktu yang berjalan mundur, seperti sebuah penghitung waktu mundur. Saat itu sisa waktu di jam digital itu hanya tinggal beberapa menit lagi. Salah seorang anggota kelompok itu menanyakan apa fungsi jam itu, dokter itupun menjelaskan jika jam itu menunjukkan waktu yang tersisa untuk pemakaian tempat itu. Dan jika waktu itu menunjuk kepada angka 00:00:00 maka tempat itu akan meledak dan menghancurkan semua yang ada disana. Semua anggota kelompok itupun panik dan segera ingin menyelamatkan diri mereka, namun dokter itu telah mengunci rapat tempat itu sehingga mereka semua tak akan bisa keluar.

Shane mencoba mengancam dokter itu
agar ia membukakan pintu keluar untuk mereka.
Setelah mengancam dokter itu dan bernegosiasi secara kasar dengannya, akhirnya dokter itupun mau membukakan pintu itu. Mereka semua pun berlari-lari ke gerbang utama tempat mereka masuk. Namun pintunya juga dikunci, waktu emakin sempit. Hingga akhirnya Rick memecahkan kaca tersebut dengan sebuah granat.

Carol memberikan granat itu pada Rick.
Berhasil keluar setelah meledakkan kaca dengan granat.
Akhirnya mereka pun kembali dan berlindung di mobil masing-masing tepat disaat bom meledak dan menghancurkan tempat itu. Dan kelompok itupun akhirnya harus melanjutkan perjalanan, tanpa tau kemana arah dan tujuan mereka pergi...



*****
Here it is, The Creator of The Walking Dead...
Robert Kirkman
Kirkman and the walkers cast!

Awalnya Walking Dead ini berbentuk komik, yang kemudian diangkat menjadi TV Show oleh AMC. Kalo ngeliat creatornya, nggak nyangka banget ya, orang yang berpenampilan lucu itu bisa menciptakan cerita se-serem Walking Dead ini :) Tapi ternyata Robert Kirkman ini sendiri merupakan ilustrator juga untuk beberapa komik marvel loh, seperti Avengers, Captain America dan X-Men. Sedangkan Walking Dead dan Invincible adalah komik yang ia ciptakan untuk Image Comic. Jadi penasaran sama gimana bentuknya The walking Dead versi komik yaaaahhhhh! kalian biasa menyapa orang berwajah lucu amun berimajinasi seram ini di twitternya, @RobertKirkman

Okay, i can say, this is what a long review! :) Season satu ini kalo ngga salah terbagi menjadi 8-12 episode yang tiap episodenya berdurasi 45 menit. I LOVE THIS TV SHOW! Cerita zombie nya pas, masih bisa diterima oleh akal. Nggak melulu zombie juga yang kita lihat, masih ada bumbu-bumbu dramanya juga :) Dan seluruh zombie yang ada di film ini bener-bener keren banget, dan meyakinkan penonton bahwa zombie-zombie itu asli. Kereeeen!



Sejujurnya karena dirumah pasang TV kabelnya juga belom lama. Jadi aku sendiri baru nonton season pertama ini pas season kedua mau tayang *telat*. Jadi kebagian nonton marathonnya, asik, nggak pake nunggu-nunggu lama untuk next episodenya! Ihihi. Oh iya, kalo di TV kabel, kita bisa nonton ini di Fox Movies. Sekarang TV show ini sudah memasuki season ketiganya, jadi sepertinya season pertama ini nggak akan diputer lagi di Fox Movies, untuk kamu yang penasaran sepertinya ada deh episode-episodenya di youtube, atau beli dvdnya juga bisa (Di googling aja yaa. Ehehe). Naaaah, untuk orang-orang indonesia yang merupakan pecinta dan penggemar TV Show ini bisa bergabung di twitternya @WalkingDead_ID, untuk mendapatkan info-info dan spoiler-spoiler terbaru dari new episodenya plus bercengkrama dengan para pecinta Walking Dead yang lain :)

For this TV Show, i give it 4,5 from 5 stars! That's mean perfect to me! Horeeeeee!!!! Tv show ini kan semacam sinetron yaaaah, jadinya abis nonton ini jadi kepikiran, gimana yaaah cara memajukan dunia persinetronan Indonesia yang memprihatinkan ini. Halo para sutradara muda, tolong selain dunia perfilman Indonesia, tolong perhatikan juga dunia pesinetronan kita. Karena sinetron lebih menyentuh  langsung semua lapisan masyarakat dibanding film, iya kan? *Maaf maaf kalo saya sok tau. Saya mohon maaf.* Harapan saya sendiri semoga saya yang lulusan Broadcasting TV ini suatu hari bisa  mengamalkan ilmu saya dan terjun langsung ke dunia Sinetron kita, dan membantunya untuk tumbuh lebih baik. Aaaaamin. :)

Ingin mendapatkan DVD nya silahkan kunjungi dibawah ini

The Strain, Film bertema Vampire yang akan menyaingi The Walking Dead

 The-Strain-1

The Strain adalah tv series bergenre vampire horror-drama buatan amerika yang tayang pertama kali di FX pada tanggal 13 Juli 2014. The Strain dibuat oleh Guillermo del Toro dan Chuck hogan, mengadaptasi novel trilogi buatan mereka dengan judul yang sama. Del Toro dan Hogan juga menulis episode pertama “Night Zero”, rencananya musim pertama The Strain akan berisi 13 Episode. The Strain versi komik juga sudah rilis via penerbit Dark Horse.

The Strain dibuka dengan cerita sebuah pesawat yang mendarat di bandara JFK New York dengan lampu yang mati dan jendela yang tertutup. Epidemiologist Dr. Ephraim Goodweather (diperankan oleh Corey Stoll) dikirim untuk menginvestigasi pesawat tersebut. Di dalam kabin mereka menemukan ratusan mayat dan hanya empat yang selamat. Situasi bertambah mencekam ketika banyak mayat yang hilang di kamar mayat kota.  Sementara itu Professor Abraham Setrakian (David Bradley), seorang pemilik toko pegadaian beranggapan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan.
Plot tersebarnya virus berbahaya yang mengubah manusia sudah sering dibahas lewat film dan tv series seperti  The Walking Dead, 28 Days Later, bahkan seri Resident Evil. Perbedaan antara beberapa judul tersebut dengan The Strain adalah The Strain menghadirkan Vampire sebagai wujud dari orang yang terinfeksi virus tersebut, juga ada elemen-elemen vampire “tradisional” seperti kelemahannya terhadap sinar UV atau matahari dan terhadap perak. *menurut novel
Ephraim Goodweather
Ephraim Goodweather (Corey Stoll), adalah pemeran utama yang bekerja sebagai kepala Pusat Pengendalian Penyakit Canary Team di New York yang ditugaskan untuk menginvestigasi penyebaran virus yan memiliki hubungan dengan vampirisme.
Abraham Setrakian
Abraham Setrakian (David Bradley), seorang professor yang lolos dari  dan memiliki toko gadai di New York ini juga seorang pemburu vampir selama lebih dari 60 tahun. Ia dipercaya memiliki jawaban atas peristiwa yang terjadi di New York belakangan ini.


Nonton Film Full Movie The Strain Season 1 Episode 1 subtittle indonesia

INGIN MENDAPATKAN DVD NYA KLIK POSTER DIBAWAH INI:

 Jual, Tv, Seri, THE STRAIN, subtittle, Indonesia, barat

Sinopsis Arrow dan alasannya anda harus nonton Arrow



Ketika Arrow pertama kali diluncurkan tahun 2012 lalu banyak orang skeptis dengannya. Harap dimaklumi, karakter Green Arrow bukanlah karakter superhero populer kelas A macam Superman yang diangkat di dalam serial Smallville. Lebih buruknya lagi, serial ini akan ditayangkan di stasiun network Amerika The CW, sebuah stasiun yang dikenal dengan serial-serial remaja dengan jalan cerita yang lebih berat ke drama.
Simak saja deretan serial andalan mereka ala The Vampire Diaries dan Gossip Girl. Kendati ada beberapa serial mereka yang condong untuk kaum laki seperti Nikita dan Supernatural, jumlahnya jauh lebih sedikit. Penggemar komik DC khawatir bahwa nantinya Arrow akan menjadi seperti Smallville, sebuah serial yang lebih fokus pada kisah cinta dari Clark dan Lana ketimbang petualangan Clark dalam pencarian jati dirinya sebagai Superman, kendati bagi mereka yang mengikuti Smallville secara telaten tentu menyadari bahwa unsur drama serial ini makin ditinggalkan memasuki season-season akhir.
Season pertama Arrow mendapatkan kesuksesan besar bagi The CW, tetapi adalah season keduanya yang melontarkannya menjadi salah satu serial terbaik yang hadir di stasiun tersebut tahun ini. Dengan dimulainya babak akhir dari season kedua di mana semua jalan cerita yang dibangun selama ini memasuki bagian klimaks, ini adalah lima alasan kenapa kalian tidak boleh melewatkan petualangan sang Vigilante kota Starling.

Nonton Full movie Arrow season 1 episode 1


1. Stephen Amell
Aktor muda ini menunjukkan kemampuan akting yang semakin matang di season kedua. Sekilas lalu penampilan Stephen Amell mungkin tak susah. Ah, apa sih sulitnya pasang hood lalu lompat sana-sini sambil pura-pura memanah kanan dan kiri. Tetapi coba amati lagi lebih dalam. Stephen Amell tak hanya harus memerankan sosok Oliver ‘Ollie’ Queen saat dia sudah menjadi pembela kebenaran kota Starling.
Mengingat serial TV Arrow membagi timeline per episodenya ke masa lalu (flashback) dan masa sekarang, Amell harus menampilkan dua sosok Ollie yang berbeda 180 derajat. Ollie yang terdampar di pulau saat flashback adalah pria manja yang harus belajar menjadi tangguh untuk bisa bertahan hidup sementara Ollie masa sekarang adalah pria bermuka dua yang harus menyembunyikan identitasnya sebagai seorang pembasmi kejahatan sebagai bilyuner playboy.


                                                Kekar!
Dan perlukah saya mengingatkan six-pack dari Amell yang harus dia latih tiap hari saat syuting adegan-adegan yang mengharuskannya tak memakai baju?
2. Action Scenes
Tentu saja kita tak bisa mengharapkan sebuah scene action yang spektakuler ala film Man of Steel atau Captain America: The Winter Soldier untuk Arrow. Bagaimanapun juga untuk ukuran serial TV sulit untuk tidak salut kepada tim produksi Arrow. Hampir setiap episode dalam serial ini menyajikan setpiece-setpiece aksi yang seru baik itu adalah hand-to-hand combat antara Arrow dengan musuh-musuhnya (konon para pencipta serial ini terinspirasi dengan film The Raid dari Indonesia!) sampai adegan kejar-kejaran mobil, dan banyak lagi lainnya.
Adegan-adegan aksi yang lebih seru dan eksplosif terutama tersaji di season dua setelah serial ini mampu menambah budget mereka karena kesuksesan di season pertamanya.
3. Mystery, Mystery, and More Mystery
Arrow adalah sebuah serial superhero akan tetapi itu tak berarti serial ini tak memiliki banyak misteri di dalamnya (baca: tak sekedar menampilkan rentetan adegan aksi demi adegan aksi). Setelah dua season berjalan serial ini tak hanya menjawab misteri-misteri yang ditanyakan di awal serial tetapi juga membuka pintu untuk misteri-misteri yang baru. Yang membuat serial ini menjadi menarik adalah Arrow – tidak seperti Marvel’s Agent of S.H.I.E.L.D. – tidak terikat pada peraturan-peraturan dari dunia tertentu dan punya kebebasan menciptakan dunianya sendiri.
Selain membuka tabir masa lalu Ollie selama di pulau yang mengubahnya menjadi Arrow, serial ini juga mengangkat misteri korupnya keluarga Queen setelah ditinggal oleh Ollie dan kaitannya dengan penjahat-penjahat besar lain yang ingin menguasai kota Starling. Semuanya dibalut dalam intrik permainan bisnis serta politik yang kotor sekaligus menarik.
4. The Larger DC Universe
Selama ini para penggemar komik DC selalu gigit jari melihat rival mereka sudah menikmati sebuah shared universe di layar lebar sementara mereka harus terus gigit jari (apalagi dengan proyek Batman VS Superman yang tertunda ke tahun 2016). Nah, Arrow sepertinya bisa memuaskan dahaga mereka.

Suicide Squad… Assemble!
Selain anggota ‘keluarga’ Arrow ala Speedy, Black Canary dan Merlyn, Greg Berlanti, Marc Guggenheim, dan Andrew Kreisberg telah diberi lampu hijau oleh DC untuk menggunakan dunia komik mereka seekstensif mungkin. Oleh karenanya jangan heran kalau banyak sekali karakter-karakter dunia DC muncul di sini. Amazo, Solomon Grundy, The League of Assassins (yes, that League of Assassins!), Suicide Squad, dan banyak lagi lainnya!



The Bird and the Arrow

Kesuksesan dari Arrow bahkan mendorong salah satu bintang tamu di serial ini, seorang Barry Allen, untuk mendapatkan serial TVnya sendiri tahun depan. Apakah kalian siap untuk kedatangan dari sang Scarlet Speedster dari DC: The Flash?
5. Deathstroke
 A hero is only as good as his villain.
Kata-kata ini memang tepat. Apakah tokoh Batman bisa menjadi semenarik sekarang apabila ia tak memiliki Joker yang selalu menantangnya sampai batas maksimum? Apakah Spider-man akan selalu berdedikasi membela kebenaran kalau bukan karena Green Goblin menghabisi Gwen Stacy dan merenggut kebahagiaan dalam hidupnya setelah kepergian Uncle Ben?
Dan Arrow memiliki seorang villain yang luar biasa dalam diri Deathstroke. Permusuhan antara sang archer dan sang mercenary ini memang sudah berlangsung lama sejak halaman komik dan serial ini kembali memperbarui permusuhan itu. Satu hal yang jelas dalam pertumpahan darah antara Oliver Queen dan Slade Wilson: hanya satu yang akan bertahan hidup di akhirnya. Siapa?


Deathstroke the Terminator 
Dengan adanya desas-desus bahwa film Justice League nanti akan juga memasukkan sosok Green Arrow (mungkin juga The Flash) ke dalamnya, apakah DC sebenarnya sudah mulai membangun benih-benih Shared Universe mereka melalui serial ini? Entah benar atau tidak, kalau kalian penggemar komik (terutama komik DC) sangat sayang rasanya melewatkan serial Arrow dari layar kaca!


Kejutkan kita, DC!



INGIN MENDAPATKAN DVD NYA KLIK POSTER DI BAWAH INI

 Jual, Tv, Seri, ARROW, subtittle Indonesia

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Iklan

Iklan
Jual film Drama Korea